
Pengamat Sepakbola Aceh, Saiful Alam, SE (Foto : SN/yeddi)
SPORTNUSA.ID – Persiraja Banda Aceh menghadapi awal musim yang belum sesuai harapan di Pegadaian Championship 2026/2027. Dua pertandingan yang telah dijalani Laskar Rencong berakhir dengan kekalahan dan membuat mereka sementara berada di dasar klasemen Grup A.
Persiraja mengawali kompetisi dengan kekalahan tipis 0-1 dari Semen Padang FC di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026). Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi pada menit ke-14.
Hasil negatif kembali dialami Persiraja ketika bertandang ke markas PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (19/9/2026). Persiraja menyerah 1-2 setelah PSPS mencetak dua gol melalui Antonio Gamaroni, sebelum Djakaridja Traore memperkecil ketertinggalan.
Dua kekalahan tersebut membuat Persiraja belum memperoleh poin dari dua pertandingan. Dalam klasemen sementara Grup A yang dirilis I.League, Persiraja berada di posisi ke-10 dengan dua kekalahan, mencetak satu gol dan kebobolan tiga gol.
Kondisi tersebut membuat pertandingan berikutnya menjadi penting. Persiraja akan bertandang menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (26/9/2026) pukul 19.00 WIB. Persikad sendiri mengawali kompetisi dengan dua kemenangan dan berada di puncak klasemen dengan enam poin.
Pengamat sepak bola Aceh yang juga wartawan olahraga terbaik 2025, Saiful Alam, SE, menilai dua kekalahan Persiraja sangat disayangkan. Menurutnya, Persiraja merupakan salah satu barometer sepak bola Aceh sehingga hasil pertandingan Laskar Rencong selalu mendapat perhatian besar dari masyarakat.
“Persiraja adalah barometer bola Aceh. Pemain sudah lumayan bagus, sepertinya pemolesannya yang masih kurang. Mudahan manajemen segera melakukan evaluasi dan menemukan jalan untuk kesuksesan Persiraja musim ini,” ujar Saiful Alam.
Menurut Saiful, apabila Persiraja kembali menelan kekalahan di kandang Persikad, tekanan terhadap tim akan semakin besar. Ia menilai manajemen perlu segera menemukan solusi agar Persiraja tidak terlalu jauh tertinggal sejak awal kompetisi.
“Kalau sampai mengalami kekalahan hattrick, itu merupakan langkah terberat Persiraja untuk bangkit tahun ini dari dasar klasemen sementara,” katanya.
Persiraja sendiri ditangani pelatih berpengalaman Jaya Hartono. Dalam jajaran tim pelatih terdapat Ferry Fardinand dan Wahyu Abd Wahab sebagai asisten pelatih, Muhammad Yasir Syamsuddin sebagai pelatih kiper, serta Safrizani sebagai pelatih fisik.
Untuk musim 2026/2027, Persiraja memiliki sejumlah pemain yang menjadi bagian dari skuad utama, antara lain penjaga gawang Andriyas Francisco dan Gede Aditya. Di lini belakang terdapat Aditya Angga, Wahyu Jati, serta sejumlah pemain muda lainnya.
Sektor tengah Persiraja diperkuat nama-nama seperti Muharir, Muja Ilyas, Jayus Hariono, Muhammad Fazri, dan Faris Adit Saputra. Sementara lini depan diisi antara lain Martin Chaves, Djakaridja Traore, Indra Arya, Ilham Udin Armaiyn, Tedja Kusuma, dan Pitian Husni.
Persiraja juga memberikan ruang bagi pemain-pemain muda dan talenta lokal Aceh. Klub sebelumnya memperkenalkan lima pemain asal Aceh, yakni Khalidin, Ridha Umami, M. Raffa Fathary, Said Kaysa Qusairy, dan Pitian Husni sebagai bagian dari upaya memperkuat skuad dengan pemain daerah.
Saiful mengingatkan bahwa Persiraja bukan hanya milik manajemen klub. Menurut dia, klub tersebut memiliki ikatan kuat dengan masyarakat Aceh yang menjadikan Laskar Rencong sebagai representasi sepak bola daerah.
“Persiraja bukanlah hanya milik manajemen. Masyarakat Aceh yang notabenenya sangat banyak pecinta bola telah menganggap Persiraja adalah milik masyarakat Aceh. Jangan kecewakan masyarakat Aceh,” tegasnya.
Kini perhatian tertuju ke Stadion Pakansari. Persiraja membutuhkan respons atas dua kekalahan awal tersebut ketika menghadapi Persikad yang sedang berada di puncak klasemen. Hasil pertandingan itu akan menjadi bagian penting dari perjalanan Laskar Rencong dalam upaya memperbaiki posisi pada awal Championship 2026/2027.[] SN-yeddi
